Jumat, 25 April 2014

JODOH

By Yusup_ipunk | At 18.59 | Label : | 0 Comments

Diambil dari http://kamusbahasaindonesia.org/

Jodoh adalah orang yg cocok menjadi suami atau istri; pasangan hidup; imbangan.

Suatu hari saya sedang berbincang-bincang dengan pacar saya, dalam perbincangan tersebut dia mengungkapkan kekawatirannya,

“Kalau aku bukan jodohmu, bagaimana?”

Lalu pikiran saya tiba-tiba melayang meninggalkan bumi menuju permenungan diri yang lebih dalam lagi, (oke, cukup! hehe..)

Selama kita berdua nyaman, kita masih berjodoh”.

Itu jawaban saya.

Saya pikir jodoh adalah perasaan nyaman sepasang kekasih yang akhirnya membuat mereka selalu bersama. Perasaan nyaman itu termasuk kasih sayang, cinta, kesetiaan dll.

Jadi, menurut saya yang bisa untuk entah menghancurkan atau mempertahankan jodoh adalah kita.

Perasaan nyaman bisa diciptakan melalui perlakuan maupun kata-kata, jika kita mengasihi seseorang dengan benar maka kenyamanan ini akan muncul dengan sendirinya.

Kenyamanan bukan berarti tidak ada masalah sama sekali, itu tidak mungkin!

Cara menghadapi masalah yang benar/baik bagi pasangan itu akan tetap membuat nyaman keduanya sehingga mereka akan tetap saling berjodoh.

Jadi,kita jodoh bisa lebih dari satu orang, dong?

Iya, kalau menurut saya. Karena kebanyakan orang berpacaran lebih dari sekali (walaupun ada sih yang Cuma sekali.. ) ketika mereka berpacaran, mereka berjodoh. Tapi ketika mereka sudah tidak nyaman satu sama lain, maka mereka sudah tidak berjodoh lagi.

Lalu, kalau kita punya seseorang yang sudah lama tidak bertemu dan secara kebetulan bertemu dan menjadi rekan di tempat kerja atau sekolah, apakah itu juga jodoh?

Yah, menurut kebanyakan orang memang hal itu disebut jodoh.

Menurut saya sih itu kebetulan. Hanya kebetulan, lalu jika mereka nyaman dengan kebetulan itu maka berjodohlah mereka. haha ...

Dari deskripsi kamus diatas, saya menarik kesimpulan bahwa ‘cocok’ yang dimaksud adalah kenyamanan itu sendiri.

Bagaimana cara mempertahankan jodoh?

Dasar semua pembahasan ini adalah kenyamanan, jadi selama kita mampu membuat dan dibuat nyaman oleh pasangan kita maka akan sangat gampang untuk mempertahankan jodoh.

Jadi komunikasi yang lancar itu penting, saling pengertian, memahami. Yah, intinya contoh saja orang yang sedang PDKT, mereka pasti akan sebisa mungkin membuat gebetan merasa nyaman dengan mereka. hem, kecuali gombalanya sih...hahaha

Saya bukan pakar dalam hal mempertahankan jodoh, ini hanya pandangan subyektif saya saja.

jika tulisan ini jelek, hapus saja dari memori kamu. Karena niat saya hanya berbagi pandangan, bukan mempengaruhi. :)

Senin, 21 April 2014

Memilih pasangan?

By Yusup_ipunk | At 01.30 | Label : | 0 Comments

Memilih pasangan –menurut saya— adalah hal yang gampang, intinya adalah waktu.

Waktu adalah hal utama yang dibutuhkan, dan satu lagi yang utama kecocokan.

Saya pikir, dua hal diatas adalah senjata utama untuk mencari pasangan.

Saya butuh waktu 1 tahun lebih untuk mendapatkan keyakinan bahwa dia adalah mungkinya…memang, masih kemungkinan—pasangan yang tepat untuk saya.

Kenapa?

Saya ingin mengenal dulu calon pasangan saya dengan cara berteman, akhirnya mungkin terlihat seperti sahabat jadi pacar.

Memang seperti itu cara kerjanya, tidak mungkin kamu mau berpasangan dengan orang asing, kan?

Dari pertemanan itulah saya bisa menilai bagaimana dia, cara berkomunikasi, kecocokan dengan kita, dan hal-hal yang ingin kita tahu dari dia.

PDKT?

Mungkin, tapi saya lebih setuju jika dibilang “berteman”. Karena memang itu yang dilakukan, walaupun motivasi awal mungkin berbeda.

Toh, kalau semisal tidak cocok dengan kita, kita bisa mundur tanpa memutuskan ikatan pertemanan, kan?

pasangan

Saya sudah beberapa kali berteman dengan cewek-cewek, namun ketika saya tahu ada ketidak cocokan yang tidak bisa saya toleransi, ya akhirnya kami berteman dekat sampai sekarang dan tidak ada masalah.

Ada beberapa keuntungan yang saya dapatkan,

Pertama, teman saya banyak.

Kedua, orang tidak jaim pada teman jadi saya bisa tahu seperti apa teman saya ini sebenarnya. Yah, mungkin ada beberapa hal yang tidak saya tahu, namun secara garis besar saya tahu seperti apa teman saya ini.

Ketiga, dengan cara berteman seperti ini saya bisa mengenal lebih dari satu teman dan saya bisa memilih mana yang cocok untuk saya. Ini adalah beda antara PDKT dan berteman.

Jika PDKT, motif kita sudah diketahui sehingga mau tidak mau kita akan focus pada satu orang itu.

Jika berteman, kita bebas untuk mengenal lebih banyak calon pasangan.

Lebih berisiko untuk keduluan orang lain, memang, tapi didunia ini banyak sekali pilihan dan kesempatan, kan?

Kalau sudah terlanjur cinta?

Hem, klise…

Dasarnya apa?

Wajah?

Badan?

Atau, sudah cocok?

Yah, kalau sudah cocok mah pacarin aja langsung.

Tapi kalau dasar suka kamu masih cetek, sebatas kecantikan, kegantengan atau berdasarkan yang terlihat lebih baik coba aja berteman dulu. Don’t judge book by it’s cover, kan?

hem..masih banyak yang belum saya tuliskan disini, sementara ini dulu saja nanti akan saya tulis lagi lanjutannya. Ingat! ini adalah pandangan subjective saya, jadi jika menurut kamu salah.. jangan biarkan tulisan ini mempengaruhi kamu..:)

jika kamu pikir tulisan ini bagus, subscribe buat notifikasi tulisan selanjutnya..Terimaksih,   

Kamis, 20 Maret 2014

Dunia Anak Kos, Cara Bertahan Hidup!

By Yusup_ipunk | At 03.47 | Label : | 0 Comments

Bertahan hidup, itu hal yang pasti dilakukan semua orang.

Tak terkecuali anak kos.

Percaya atau tidak, saya sudah mendengar banyak pengalaman anak-anak kos dalam bertahan hidup.

Semua cara yang mereka gunakan rata-rata unik. Namun ada pula cara nekat yang mereka tempuh.

Sekedar sharing tentang cerita-cerita yang saya ketahui, mulai dari cara yang paling biasa sampai cara yang – menurut saya – nekat!

Anak kos biasanya adalah mahasiswa, namun banyak juga pekerja dan anak SMA, SMP-pun banyak yang kos. Anak SD?! Saya sih belum pernah tahu, setega itukah orang tua mereka ngekos-in anak SDnya? Hehe … TK?! Jelas tidak ada.

Disini saya hanya akan menuliskan sedikit tentang kehidupan kos mahasiswa.

Cara-cara anak kos tingkat mahasiswa berbeda dengan tingkat lainnya, beda di keberanian, kecerdikan, dan kenekatan.

Mahasiswa yang kos, biasanya masih mengandalkan uang dari orang tua. Ketika baru “gajian” alias baru dapat sokongan dana dari orang tua, mereka akan makan kenyang, enak dan mereka jarang memikirkan bagaimana nanti jika uang mereka menipis. Rata-rata penipisan uang terjadi ketika pertengahan bulan antara tanggal 15-20an. Namun, jika itu terjadi makanan mereka akan berubah secara instan.

Biasanya hal yang pertama kali mereka lakukan ketika menyadari penipisan dana mereka adalah beralih tempat makan, mereka akan memilih warung yang MURAH dan BERPORSI JUMBO. Yah, selisih biaya makan dibandingkan dengan awal bulan sekitar 50% atau separuh harga. Sebagai contoh pada awal bulan mereka membeli makanan per-porsi minimal seharga 9-10 ribu rupiah, pertengahan bulan mereka akan memilih makanan dengan harga 4-5 ribu rupiah per-porsi, biasanya hanya berisi nasi putih, tahu/tempe dan atau sayur lodeh 1 jenis. Haha …

Pernah ke warung yang nasi putihnya ambil sendiri? Itu adalah surga akhir bulan bagi anak kos, hehe.. mereka bisa makan kenyang – err, nasi doang yang banyak dengan lauk cuman sejenis, sayur lodeh-pun cuman kuahnya yang diambil– dengan harga murah. hehehe

Selanjutnya, semakin mendekati akhir bulan duit akan semakin tipis, disinilah kerjasama yang indah diwujudkan sesama anak kos, mereka akan patungan dana dan memasak bersama lalu dibagi rata antar anggota kos – Indahnya – sehingga bukan saja kenyang namun juga merasa lebih tegar karena rasa senasib sepenanggungan antar anggota kos, keren gak tuh? Hehe…

Coba pemimpin Indonesia bisa begini dengan rakyatnya, pasti Indonesia bakal jadi rumah yang indah, harmonis dan kuat! #kritikcolongan

Ketika sudah tidak ada lagi dana untuk membeli makan, maka langkah nekat akan mereka lakukan.

Pergi ke acara resepsi pernikahan!

Dengan modal pakaian rapih bersepatu dan amplop isi Rp. 1000 atau sama sekali KOSONG, mereka akan masuk ke resepsi pernikahan dan makan! Hehe.. Ketahuan?! Saya rasa tidak, rata-rata mereka makan dengan aman dan santai.

Kok bisa?!

Alasannya karena di resepsi pernikahan ada banyak tamu dari dua keluarga yang berbeda, jadi ada banyak wajah asing dari tamu mempelai laki-laki yang tidak diketahui mempelai wanita dan sebaliknya.

Aman!!

Lalu bagaimana jika tidak sedang musim kawin?, eh, maksud saya tidak setiap bulan dalam satu tahun ada orang menikah kan?

Mereka akan mengurangi jatah makan mereka, ini cara nekat selanjutnya asal bisa bertahan hidup di kerasnya kehidupan kos-kosan.

Disinilah perubahan makanan terjadi secara instan, literaly, instan! Hehe..

Mereka hanya akan makan mi instan, dobel mi instan kalau perlu biar mantap!

Dan mereka akan menyantapnya sekali dalam sehari, mereka akan memilih waktu yang tepat untuk menyantap mi tersebut supaya rasa lapar dapat dihindari, at least tidak menjadi-jadi.

Langkah ini disebut S.M.S

Sehari Makan Sekali.

Masih banyak yang belum saya ketahui tentang seluk beluk pertahanan hidup anak kos, saya yakin masih banyak teknik jitu yang mereka biasa pakai. Tapi semoga tulisan diatas bisa mewakili.

ACARA TV di INDONESIA JELEK?

By Yusup_ipunk | At 03.45 | Label : | 0 Comments

Acara televisi di Indonesia Jelek? Yah, kalau penilaian itu sih tidak valid karena buannyaaaakkk yang berpikir sebaliknya, buktinya jelas, acara tersebut sampai tulisan ini dimuat MASIH TAYANG! Itu bukti konkrit kalau acara tersebut laku, entah itu acara Musik, Lawak, Infotainment ataupun Talkshow. Bahkan, ada acara yang saking lakunya/rating tinggi tayang sampai berjam-jam (ini acara TV apa macetnya Jakarta?!).

Pernah gak ketika kamu bangun tidur yang terdengar pertama kali di kuping kamu adalah berita hangat seputar selebritis?

Saya sering!

Pagi-pagi di kos, hampir setiap pagi!

Perlu diketahui kosan saya adalah tempat kos campuran, jadi ada cowok-nya ada cewek-nya dan yang pagi-pagi sudah menikmati kabar selebriti tersebut adalah temen kos saya yang cewek bukan yang cowok.

Kenapa?

karena cewek cenderung senang bergossip.

Jumlah cewek itu banyak dan beragam, ada ibu rumah tangga yang kerjanya dirumah, ada wanita karir yang kerja sampai sore, ada mahasiswi. Dan masih banyak lagi kesibukan wanita lainya yang menjadikan jadwal mereka untuk bisa menonton infotainment beragam.

Saking beragamnya jadwal cewek-cewek ini sampai-sampai acara infotainment seperti jadwal makan, pagi-siang-sore!.

Apakah acara infotainment jelek?

Dilihat dari apa dulu? Kalau dari sisi rating saya yakin bagus karena jadwal tayang yang banyak dan hampir semua stasiun televisi punya acara infotainment.

Kalau dari sisi nilai?

Ketika dasar dari acara tersebut adalah untuk komersil, biasanya kabar yang disampaikan sudah tidak sehat lagi untuk di konsumsi, banyak ‘pemanis’ untuk menarik minat penonton dan banyak berita yang tidak perlu/layak disiarkan.

Semisal kabar perceraian, itu sebenarnya bukan hal yang perlu untuk digembar-gemborkan! Menurut saya itu malah hal yang memalukan.

Saya sangat mendukung jika kabar yang disiarkan adalah seputar prestasi artis atau selebritis, karena itu bisa menjadi motivasi bagi penontonnya, namun jika yang diberitakan adalah masalah keluarga dan perselisihan, saya rasa itu bukan tontonan yang layak.

Menghiburpun tidak!

Karena kita dibawa untuk, entah kasihan terhadap selebritis tersebut atau malah membencinya karena kabar tersebut. Kiamat deh kalau bencinya yang muncul!

Saya pikir lebih baik jika sensor acara infotainment diperketat jadi yang ditayangkan adalah benar-benar acara pilihan dan layak untuk ditonton.

Hal itu mungkin susah dilaksanakan, karena siapakah saya ini ngatur-ngatur acara infotainment? Haha..

Yah, semoga para penggila infotainment bijak dalam mencerna apa yang disajikan untuk mereka. J

**

Acara lawak?

MEMBLUUDAKK!!

Seperti pedagang kacang rebus di lokasi banjir. Hehe …

Hampir setiap stasiun TV menampilkan acara lawak yang bisa dibilang sama, menari dengan goyang absurd, saling pukul dan saling ejek.

Itulah lawakan yang populer di Indonesia.

RATINGNYA TINGGI!!

Menghibur?

Saya yakin efek terhibur pasti terasa.

Namun, ketika terlalu banyak yang menyiarkan tayangan tersebut, pilihan kita menjadi terbatas!

Lawakan yang mengandalkan saling pukul, menyiram tepung atau saling ejek ditelan mentah-mentah oleh anak-anak!

Jam tayang yang terlalu lama membuat seolah-olah kekreatifitasan stasiun TV tersebut JELEK!

Entah dengan kamu, tapi saya pribadi sudah bosan.

Saya pikir permasalahan disini adalah intensitas tayangan dan jadwal tayang, jangan terlalu lama, juga diatur supaya jadwal tayang tidak bertabrakan dengan waktu menonton TV anak-anak.

Saya rasa jam tayang acara ini sudah cocok untuk Indonesia bagian timur, Papua misalkan, dengan beda waktu 2 jam lebih cepat acara lawak ini tayang pada saat malam hari ketika anak kecil sudah tidur.

Pas!

Siapa yang nonton?

Ya, Emak bapak om tante pakde budhe. Masih banyak. Hehe..

Karena orang dewasa lebih bijak dalam mencerna apa yang dilihat, kan?

Seharusnya begitu. J

Berarti anak-anak tidak boleh menonton lawakan?

Selama cara melawaknya masih saling pukul atau saling ejek, anak-anak tidak boleh menonton.

Orang tua yang bisa menentukan apakah anaknya masih ‘anak-anak’ atau sudah ‘dewasa’.

Jadi, orang tua juga yang bisa mengontrol apakah anaknya boleh menonton lawakan seperti itu atau tidak.

**

Kamu pasti sering melihat artis Lipsinc di acara LIVE musik.

Acara seperti ini yang membuat saya bertanya-tanya,

Apakah musisi-nya yang tidak bisa bernyanyi?

Atau acaranya yang tidak punya modal untuk menyewa sound panggung lengkap, sehingga cuman muter mp3 aja?

NGIRIT!! Haha

Saya sangat menghargai acara musik yang benar-benar LIVE!

Ada?

Buanyaakk..tapi sayang umur gak panjang. L

Saya daripada lihat live yang lipsinc, mending nonton video klip saja.

Jadi gak merasa DIBOHONGI!!

Acara musik di Indonesia jelek?

Kebanyakan, ya!

Catatanya adalah yang jelek bukan jenis musik yang dibawakan, tapi lebih kepada apa yang kita dengar, BERNYANYI atau LIPSINC!

Saya yakin jenis musik tidak terbatas, tidak ada yang jelek. Semua punya penggemar tersendiri, entah itu Melayu, Dangdut, Pop, Rock dinyanyikan oleh Band, Solo, Vocal Group, Boy/Girl Band!

Itu adalah seni, kreatifitas dan tidak ada yang jelek.

Hanya masalah SUKA atau TIDAK SUKA.

Tidak saya bahas lebih lanjut disini karena akan melenceng dari bahasan pokok. J

Yang saya susah mengerti adalah kenapa acara seperti itu bertahan lama?

Apa penonton benar-benar menyukai acaranya, ataukah keramaian dan kamahiran MC (yang saya pikir terlalu banyak untuk sebuah acara musik) dalam membawa acara?

Oya, MC ini membingungkan saya di konsep acara.

Acara musik, MC-nya buuaanyaakk!!

Menampilkan (sebagian besar) lawakan para MC!!

Yang main musik (ehem..main? :P ) terkesan jadi selingan dari lawakan MC tadi!!

Saya pikir kalau kamu pengen nonton acara musik, pergi aja ke café. Banyak tu yang ada live musiknya. J

Kalau mau nonton idola secara live ya datang ke konsernya.

Atau nonton channel youtube-nya, gak live sih, tapi paling tidak lebih jujur. Main beneran!

**

Bicara tentang Talkshow, sebenarnya masih banyak talkshow yang inspiratif.

Tapi, yang mau saya bahas adalah talkshow yang itu!

Yang dihipnotis (bo’ongan ato beneran?) lalu ditanyain pertanyaan-pertanyaan pribadi…

Yang akhirnya penonton disuguhi curhatan bintang tamu yang dihipnotis…

Nah, sudah tahu kan?

Betul, yang itu!! Haha..

Kalau kamu tahu acaranya, berarti acaranya terkenal.

Kalau terkenal, masa tayangnya lama.

Kalau masa tayangnya lama, berarti Ratingnya tinggi.

Kalau ratingnya tinggi, (saya kuatir) stasiun TV lain bikin acara sejenis.

Akhirnya gak jauh beda dengan infotainment, lawak, acara musik. Kan?

Pilihan tontonan kita akan menjadi sangat terbatas!

Saya tidak setuju dengan yang disuguhkan, masalah pribadi orang tertentu. Walaupun tayangan tersebut sudah disetujui oleh yang bersangkutan, tapi saya pikir sedikit sekali atau bahkan tidak membawa dampak positif bagi penonton.

Membawa dampak sedih, mungkin.

Membawa dampak benci, juga mungkin.

Menertawakan kesedihan orang, sangat mungkin. Dan ini yang bahaya!

Saya pikir untuk semua acara, itu tergantung pada rating, rating tergantung pada banyaknya pemirsa yang menyaksikan. Jadi, yang menentukan acara itu berumur panjang adalah para penontonya, KITA.

Karena stasiun TV perlu rating tinggi untuk mendapatkan sponsor supaya gak bangkrut.

Selama sebuah acara yang menonton BANYAK (mungkin) tanpa memperhatikan layak tidaknya acara tersebut, stasiun TV akan menggunakan acara tersebut untuk ‘menghidupi’ perusahaannya.

Jika menurut kamu banyak acara TV yang jelek tapi sampai sekarang masih tayang, berarti diluar sana lebih banyak yang menganggap bahwa tayangan tersebut BAGUS dan MENGHIBUR. Kita tidak bisa melakukan apa-apa.

Mempengaruhi orang untuk tidak menonton? Saya pikir sangat susah. Hehe ..

Saran, stasiun TV membuat acara baru yang LEBIH bagus, kreatif, positif, inspiratif. Sehingga pilihan pemirsa lebih banyak.

Tidak itu-itu saja. J

 

Copyright © 2012. Mikkir - All Rights Reserved B-Seo Versi 3 by Bamz