Acara televisi di Indonesia Jelek? Yah, kalau penilaian itu sih tidak valid karena buannyaaaakkk yang berpikir sebaliknya, buktinya jelas, acara tersebut sampai tulisan ini dimuat MASIH TAYANG! Itu bukti konkrit kalau acara tersebut laku, entah itu acara Musik, Lawak, Infotainment ataupun Talkshow. Bahkan, ada acara yang saking lakunya/rating tinggi tayang sampai berjam-jam (ini acara TV apa macetnya Jakarta?!).
Pernah gak ketika kamu bangun tidur yang terdengar pertama kali di kuping kamu adalah berita hangat seputar selebritis?
Saya sering!
Pagi-pagi di kos, hampir setiap pagi!
Perlu diketahui kosan saya adalah tempat kos campuran, jadi ada cowok-nya ada cewek-nya dan yang pagi-pagi sudah menikmati kabar selebriti tersebut adalah temen kos saya yang cewek bukan yang cowok.
Kenapa?
karena cewek cenderung senang bergossip.
Jumlah cewek itu banyak dan beragam, ada ibu rumah tangga yang kerjanya dirumah, ada wanita karir yang kerja sampai sore, ada mahasiswi. Dan masih banyak lagi kesibukan wanita lainya yang menjadikan jadwal mereka untuk bisa menonton infotainment beragam.
Saking beragamnya jadwal cewek-cewek ini sampai-sampai acara infotainment seperti jadwal makan, pagi-siang-sore!.
Apakah acara infotainment jelek?
Dilihat dari apa dulu? Kalau dari sisi rating saya yakin bagus karena jadwal tayang yang banyak dan hampir semua stasiun televisi punya acara infotainment.
Kalau dari sisi nilai?
Ketika dasar dari acara tersebut adalah untuk komersil, biasanya kabar yang disampaikan sudah tidak sehat lagi untuk di konsumsi, banyak ‘pemanis’ untuk menarik minat penonton dan banyak berita yang tidak perlu/layak disiarkan.
Semisal kabar perceraian, itu sebenarnya bukan hal yang perlu untuk digembar-gemborkan! Menurut saya itu malah hal yang memalukan.
Saya sangat mendukung jika kabar yang disiarkan adalah seputar prestasi artis atau selebritis, karena itu bisa menjadi motivasi bagi penontonnya, namun jika yang diberitakan adalah masalah keluarga dan perselisihan, saya rasa itu bukan tontonan yang layak.
Menghiburpun tidak!
Karena kita dibawa untuk, entah kasihan terhadap selebritis tersebut atau malah membencinya karena kabar tersebut. Kiamat deh kalau bencinya yang muncul!
Saya pikir lebih baik jika sensor acara infotainment diperketat jadi yang ditayangkan adalah benar-benar acara pilihan dan layak untuk ditonton.
Hal itu mungkin susah dilaksanakan, karena siapakah saya ini ngatur-ngatur acara infotainment? Haha..
Yah, semoga para penggila infotainment bijak dalam mencerna apa yang disajikan untuk mereka. J
**
Acara lawak?
MEMBLUUDAKK!!
Seperti pedagang kacang rebus di lokasi banjir. Hehe …
Hampir setiap stasiun TV menampilkan acara lawak yang bisa dibilang sama, menari dengan goyang absurd, saling pukul dan saling ejek.
Itulah lawakan yang populer di Indonesia.
RATINGNYA TINGGI!!
Menghibur?
Saya yakin efek terhibur pasti terasa.
Namun, ketika terlalu banyak yang menyiarkan tayangan tersebut, pilihan kita menjadi terbatas!
Lawakan yang mengandalkan saling pukul, menyiram tepung atau saling ejek ditelan mentah-mentah oleh anak-anak!
Jam tayang yang terlalu lama membuat seolah-olah kekreatifitasan stasiun TV tersebut JELEK!
Entah dengan kamu, tapi saya pribadi sudah bosan.
Saya pikir permasalahan disini adalah intensitas tayangan dan jadwal tayang, jangan terlalu lama, juga diatur supaya jadwal tayang tidak bertabrakan dengan waktu menonton TV anak-anak.
Saya rasa jam tayang acara ini sudah cocok untuk Indonesia bagian timur, Papua misalkan, dengan beda waktu 2 jam lebih cepat acara lawak ini tayang pada saat malam hari ketika anak kecil sudah tidur.
Pas!
Siapa yang nonton?
Ya, Emak bapak om tante pakde budhe. Masih banyak. Hehe..
Karena orang dewasa lebih bijak dalam mencerna apa yang dilihat, kan?
Seharusnya begitu. J
Berarti anak-anak tidak boleh menonton lawakan?
Selama cara melawaknya masih saling pukul atau saling ejek, anak-anak tidak boleh menonton.
Orang tua yang bisa menentukan apakah anaknya masih ‘anak-anak’ atau sudah ‘dewasa’.
Jadi, orang tua juga yang bisa mengontrol apakah anaknya boleh menonton lawakan seperti itu atau tidak.
**
Kamu pasti sering melihat artis Lipsinc di acara LIVE musik.
Acara seperti ini yang membuat saya bertanya-tanya,
Apakah musisi-nya yang tidak bisa bernyanyi?
Atau acaranya yang tidak punya modal untuk menyewa sound panggung lengkap, sehingga cuman muter mp3 aja?
NGIRIT!! Haha
Saya sangat menghargai acara musik yang benar-benar LIVE!
Ada?
Buanyaakk..tapi sayang umur gak panjang. L
Saya daripada lihat live yang lipsinc, mending nonton video klip saja.
Jadi gak merasa DIBOHONGI!!
Acara musik di Indonesia jelek?
Kebanyakan, ya!
Catatanya adalah yang jelek bukan jenis musik yang dibawakan, tapi lebih kepada apa yang kita dengar, BERNYANYI atau LIPSINC!
Saya yakin jenis musik tidak terbatas, tidak ada yang jelek. Semua punya penggemar tersendiri, entah itu Melayu, Dangdut, Pop, Rock dinyanyikan oleh Band, Solo, Vocal Group, Boy/Girl Band!
Itu adalah seni, kreatifitas dan tidak ada yang jelek.
Hanya masalah SUKA atau TIDAK SUKA.
Tidak saya bahas lebih lanjut disini karena akan melenceng dari bahasan pokok. J
Yang saya susah mengerti adalah kenapa acara seperti itu bertahan lama?
Apa penonton benar-benar menyukai acaranya, ataukah keramaian dan kamahiran MC (yang saya pikir terlalu banyak untuk sebuah acara musik) dalam membawa acara?
Oya, MC ini membingungkan saya di konsep acara.
Acara musik, MC-nya buuaanyaakk!!
Menampilkan (sebagian besar) lawakan para MC!!
Yang main musik (ehem..main? :P ) terkesan jadi selingan dari lawakan MC tadi!!
Saya pikir kalau kamu pengen nonton acara musik, pergi aja ke café. Banyak tu yang ada live musiknya. J
Kalau mau nonton idola secara live ya datang ke konsernya.
Atau nonton channel youtube-nya, gak live sih, tapi paling tidak lebih jujur. Main beneran!
**
Bicara tentang Talkshow, sebenarnya masih banyak talkshow yang inspiratif.
Tapi, yang mau saya bahas adalah talkshow yang itu!
Yang dihipnotis (bo’ongan ato beneran?) lalu ditanyain pertanyaan-pertanyaan pribadi…
Yang akhirnya penonton disuguhi curhatan bintang tamu yang dihipnotis…
Nah, sudah tahu kan?
Betul, yang itu!! Haha..
Kalau kamu tahu acaranya, berarti acaranya terkenal.
Kalau terkenal, masa tayangnya lama.
Kalau masa tayangnya lama, berarti Ratingnya tinggi.
Kalau ratingnya tinggi, (saya kuatir) stasiun TV lain bikin acara sejenis.
Akhirnya gak jauh beda dengan infotainment, lawak, acara musik. Kan?
Pilihan tontonan kita akan menjadi sangat terbatas!
Saya tidak setuju dengan yang disuguhkan, masalah pribadi orang tertentu. Walaupun tayangan tersebut sudah disetujui oleh yang bersangkutan, tapi saya pikir sedikit sekali atau bahkan tidak membawa dampak positif bagi penonton.
Membawa dampak sedih, mungkin.
Membawa dampak benci, juga mungkin.
Menertawakan kesedihan orang, sangat mungkin. Dan ini yang bahaya!
Saya pikir untuk semua acara, itu tergantung pada rating, rating tergantung pada banyaknya pemirsa yang menyaksikan. Jadi, yang menentukan acara itu berumur panjang adalah para penontonya, KITA.
Karena stasiun TV perlu rating tinggi untuk mendapatkan sponsor supaya gak bangkrut.
Selama sebuah acara yang menonton BANYAK (mungkin) tanpa memperhatikan layak tidaknya acara tersebut, stasiun TV akan menggunakan acara tersebut untuk ‘menghidupi’ perusahaannya.
Jika menurut kamu banyak acara TV yang jelek tapi sampai sekarang masih tayang, berarti diluar sana lebih banyak yang menganggap bahwa tayangan tersebut BAGUS dan MENGHIBUR. Kita tidak bisa melakukan apa-apa.
Mempengaruhi orang untuk tidak menonton? Saya pikir sangat susah. Hehe ..
Saran, stasiun TV membuat acara baru yang LEBIH bagus, kreatif, positif, inspiratif. Sehingga pilihan pemirsa lebih banyak.
Tidak itu-itu saja. J